
Penjagaan terhadap ruang perawatan medis, Ir Masfar yang dianiaya oknum Walikota Medan, Rahudman Harahap, Jumat (29/4) makin ekstra ketat. Petugas berpakaian preman bahkan melarang media melakukan peliputan.

Tak hanya pengamanan ketat para Masfar di RS Columbia Asia jalan Listrik Medan. Kediaman keluarga korban di Kecamatan Medan Denai juga diawasi sejumlah preman dan lelaki berambut cepak serta pihak pemerintahan
Salah seorang wartawan media online yang coba konfirmasi pada istri dan paman korban, diusir dan diancam preman serta oknum-oknum berambut cepak. Indikasinya, para preman dan rambut cepak itu disiagakan Rahudman agar tak berimbangnya pemberitaan
"Ban kreta (sepdamotor) saya juga dikoyak pake benda tajam. Tapi nggak tahu siapa yang ngoyak. Saat itu saya mau konfirmasi, kreta saya parkirkan di sana," kata rekan jurnalis yang meminta namanya nggak usah ditulis dengan alasan apa yang dialami bukan untuk cari popularitas.
Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Walikota Medan, RH terhadap Ir Masfar hingga berbuntut disiramnya korban pakai soda api oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Jalan H Adam Malik, Selasa (26/4) pagi, cukup membuat sejumlah pimpinan SKPD di jajaran Pemko Medan benar-benar tersentak. Umumnya berharap agar kasus ditangani polisi secara profesional, segelintir meminta agar kasus dibungkam.
"Ini kejadian kedua masalah rumahtangga Rahudman ditangani polisi. Tapi kali ini benar-benar pidana murni hingga mengarah hilangnya nyawa seseorang. Pastinya, korban akan cacat seumur hidup," kata salah satu pimpinan SKPD, takut identitasnya dibaca publik di media, Jumat (29/4) di kantor Walikota Medan di jalan Raden Saleh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar